"there's nothing too big to learn" temukan disini !

Sunday, March 7, 2010

Sekolah 2.0 (apaan tuh?)

Mungkin loe-loe semua udah akrab sama istilah-istilah 2.0 . Seperti Web 2.0 dan lainnya, sekarang ada lagi yang namanya Sekolah 2.0. . . . Aduh-aduh tambah rumit Ya..! Tapi sebenarnya ini dimungkinkan dengan perkembangan Web 2.0 itu sendiri. Bingung? Gue jelasin nih, dengan kemampuan user berinteraksi pada sebuah Web 2.0 mampu menciptakan sebuah inovasi baru, karena kini sebuah website tidak harus diisi oleh sang pembuat website semata, namun para pengunjung sudah mampu untuk membuat situs itu tetap "beroperasi". Demikian pula dengan dengan Sekolah 2.0 , sebuah situs dengan berbagai isi sekolah ada didalamya. Terlebih lagi soal-soal, dengan ini membuat para pelajar di seluruh dunia mampu mendapatkan ilmu dari manapun mereka berada, entah itu di bagian bumi manapun. Hal ini tentu saja telah dimanfaatkan oleh kalangan-kalangan yang bekerja dalam bidang pendidikan, seperti Primagama misalnya. Mereka bekerja sama dengan Microsoft untuk mengembangkan Try-out online. Ini memungkinkan murid-murid dapat menguji kecerdasan mereka tidak hanya di satu tempat, namun dapat berada dimana saja. Tentu saja ini memungkinkan hasil try-out secara langsung dapat ditampilkan dan dibandingkan dengan peserta lain secara real-time. Kedengarannya memang sangatlah hebat, namun keaslian daripada hasil try-out secara online tersebut masih perlu dipertimbangkan. Semisal situs tersebut menggunakan soal statis yang tidak berubah dalam beberapa minggu, tentu saja orang dapat dengan mudah mencari kunci jawaban, karena orang yang mengikuti tes lebih dahulu mungkin saja dapat menyebarkan jawaban pada para peserta baru, dikarenakan soal yang statis dan tidak berubah dalam kurun waktu tertentu. Sebaiknya Microsoft mengembangkan teknologi AI (Artificial Intellegence) pada suatu program pembuat soal, kemampuan ini dapat diterapkan pada soal khususnya matematika. Jadi cara kerjanya adalah Primagama membuat soalnya, dan Microsoft mendapatkan bagian mengacak soalnya. Semisal soal nomor 1 adalah = "n.25(n-1)b" nah, angka 25 disini adalah angka random, jadi setiap orang yang login akan mendapatkan angka yang berbeda. Tidak hanya itu, komputer juga mengacak nomor urut soal-soal yang ada, tidak lupa bagian-bagian soal juga diganti secara random-misal = "budi mendapat soal 5+5 dan andi pada saat yang sama mendapat soal 5x2" jadi tanda hitung disini adalah benar-benar acak..! Lebih pintar lagi jika mereka membuat superkomputer yang dapat membuat soal dengan batasan-batasan tertentu, semisal komputer tersebut dimasukkan dengan database soal tingkat SMP, dan secara otomatis komputer akan mempelajari dasar-dasar tersebut dan akhirnya membuat soal yang berdasarkan kurikulum tersebut secara acak. Memang kedengarannya sangatlah mahal untuk menciptakan hal tersebut-khususnya bagi Indonesia. Namun mungkin di masa mendatang sistem seperti ini dapat diterapkan, karena dapat membuat independensi soal menjadi lebih superior. Bayangkan saja, semisal ada 100 ribu anak SMP yang mengikuti try-out, dan masing-masing dari mereka memiliki soal yang benar-benar berbeda satu sama lain..! Dan ingat jangankan mendapat soal yang sama persis, mendapatkan 1 atau dua nomor yang memiliki soal yang sama kemungkinan terjadinya adalah 1:10.000.000.000 ! Padahal jumlah murid-nya tidaklah sebanyak itu. Tapi gue harap hal kayak gitu nggak terjadi saat ini, berhubung sang penulis blog mau menghadapi UNAS!! Hehehehe

0 comments:

Post a Comment